Korban Rasisme Segera Bicara Kepada Publik

Korban Rasisme Segera Bicara Kepada PublikKasus penghinaan berbau rasisme kepada sesama pesepakbola saat ini kembali marak terjadi. Untuk benar-benar menghapus itu, para korban diminta tak hanya diam dan lebih banyak berbicara kepada publik.

Yang masih segar dalam ingatan adalah ketika John Terry dituduh menghina Anton Ferdinand saat laga Queens Park Rangers akhir pekan kemarin. Sampai pada akhirnya FA melakukan investigasi pada kasus tersebut.

Ada kemungkinan Terry terkena sanksi jika ia benar-benar melakukannya. Meski belum ada keterangan langsung dari Ferdinand, namun pihak QPR sudah membuat pernyataan resmi dengan meminta FA segera menyelidiki kasus tersebut.

Seperti kebanyakan kasus rasisme lainnya, bila tak segera dituntaskan maka akan kian melebar dan bisa merugikan banyak pihak.

Maka ada yang menyarankan sebaiknya para pemain korban rasisme segera berbicara kepada publik mengenai apa yang terjadi, apakah benar tuduhan itu atau tidak.

“Saya belum mendengar apapun dari Anton Ferdinand. Saya harap para pemain ketika mereka mengeluh (dan hanya diam) maka mereka dapat mengecewakan orang-orang yang telah berkorban di masa lalu sehingga kami mendapat posisi seperti sekarang,” tutur Presiden Grup Anti Rasis ‘Kick It Out’. Lord Ouseley, kepada Telegraph.

“Pemain seperti Howard ayle dan Ian Wright sangat menentang rasismen. Banyak pemain yang hidupnya terganggun karena hasil dari perlakuan rasisme yang berlebihan; pemain di tahun 70an dan 80an banyak yang dipecat klubnya,” lanjut Ouseley.

“Pengorbanan yang mereka buat akan sia-sia jika orang-orang tidak siap untuk mengadu dengan berbagai keluhan yang bisa didengar dan diselesaikan dengan sepantasnya. Itu penting. Kami harus menegakkan keadilan karena ada dua sisi dalam setiap cerita,” tuntasnya.

Bersamaan dengan kasus Ferdinand, di La Liga pun tuduhan rasis menyerang Cesc Fabregas yang dinilai menghina Federick Kanoute. Sepekan sebelumnya penyerang Liverpool, Luis Suarez dituduh menghina Patrice Evra.